Open top menu
Senin, 24 Februari 2014




فصل
فى ماهية العلم، والفقه، وفضله
PENGERTIAN ILMU DAN FIQIH SERTA KEUTAMAANNYA
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas kelompok mata pelajaran Ta’limul Muta’alim
Dosen Pembimbing:
 Ahmad Muhlison, S.Pd.I
Disusun Oleh:
1.     MUHAMMAD FAIX FAUZI
2.     SUHADI
Kelas: Al-Imrithi
PONDOK PESANTREN DAARUL ‘ULYA (PPDU)
KOTA METRO
T.A 2013/2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur  kami  panjatkan kehadirat Tuhan Yang  Maha Esa. Yang telah melimpahkan nikmat dan hidayah -Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah TA’LIMUL MUTA’ALIM dengan materi “PENGERTIAN ILMU, FIQIH DAN KEUTAMAANNYA” tanpa ada halangan apapun.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ahmad Muhlison, S.Pd.I selaku dusen mata kuliah TA’LIMUL MUTA’ALIM kami, yang telah membimbing kami sehingga dapat menyelesaikan makalah ini.

Dalam  makalah  ini  kami  sangat  menyadari  bahwa  masih  banyak terdapat kesalahan dan kekurangan  maka dari itu, kami  mengharapkan saran dan  kritik  yang  bersifat  membangun dari  pembaca untuk perbaikan dan penyempurnaan agar  makalah selanjutnya menjadi lebih baik. Untuk itu kami mengucapkan banyak  terima kasih dan semoga makalah ini  bermanfaat  bagi kami dan para  pembaca.




                                                                                                Metro,     -09-2013



                                                                                                            Penyusun





DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i                       
KATA PENGANTAR............................................................................................ ii           
DAFTAR ISI.......................................................................................................... iii           
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................... iv
1.1. Latar Belakang Madalah.................................................................. ...... iv
1.2. Rumusan Masalah................................................................................... iv
1.3. Tujuan............................................................................................... ....... v
BAB II PEMBAHASAN........................................................................................ 1
2.1. Kewajiban Belajar.................................................................................... 1
2.2. Kemuliaan Ilmu........................................................................................ 2
2.3. Belajar Ilmu Akhlaq................................................................................. 4
2.4. Ilmu Fardlu dan Ilmu Haram................................................................... 4
2.5. Definisi Ilmu............................................................................................ 6
BAB III PENUTUP................................................................................................ 9
3.1. Kesimpulan.............................................................................................. 9           
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................... 10           








BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Ilmu merupakan pondasi luhur manusia dalam memperoleh tingkatan yang lebih mulia dalam kehidupan dunia maupun akhirat. Tanpa ilmu, seseorang manusia bagaikan orang buta yang kehilangan tongkatnya. Mempelajari ilmu fiqih menjadi sarana manusia dalam mencari sebuah titik terang dalam menjalani kehidupan di dunia baik dalam wujud ibadah maupun muamalah. Dengan ekspektasi keridhoan Allah yang akan menyertainya pada kebahagiaan yang hakiki.
Ilmu fiqih membidangi dua hal yang senatiasa memiliki peran dalam kehidupan, hal ini merupakan sebuah pedoman bagi seorang muslim dalam menjalani kehidupan. Bila ada istilah yang mengatakan bahwa buku adalah jendela maka ilmu juga bisa diatikan sebagai penerang dunia. Karena ibarat hidup tanpa ilmu maka kita akan hidup dalam sebuah kegelapan yang tanpa  berujung. Oleh karena itu penting bagi kita untuk selalu mencari dan memperdalam ilmu supaya kita bisa mengikuti perkembangan jaman tanpa dihantui rasa ketakutan karena kedangkalan ilmu yang kita miliki. Dengan demikian, dalam makalah ini akan dibahas tentang apa itu ilmu, fiqih dan keutamaannya.

B.     Rumusan Masalah
1.      Mengapa kita diwajibkan belajar?
2.      Apa saja kemuliaan ilmu?
3.      Apa manfaat belajar ilmu akhlak?
4.      Apa saja ilmu fardlu kifayah dan ilmu yang haram dipelajari?
5.      Apa definisi ilmu?







C.    Tujuan
1.      Menjelaskan tentang kewajiban belajar
2.      Menjelaskan tentang kemuliaan ilmu
3.      Menjelaskan tentang belajar ilmu akhlaq
4.      Menjelaskan tentang ilmu fardlu kifayah dan ilmu haram
5.      Menjelaskan tentang definisi ilmu





















BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Kewajiban Belajar
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: طلب العلم فريضة على كل مسلم ومسلمة
Rasulullah saw bersabda : "Menuntut ilmu wajib bagi muslim laki-laki dan muslim perempuan".
اعلم, بأنه لايفترض على كل مسلم، طلب كل علم وإنما يفترض عليه طلب علم الحال كما قال: وأفضل العلم علم الحال، وأفضل العمل حفظ الحال
    Perlu diketahui bahwa, kewajiban menuntut ilmu bagi muslim laki-laki dan perempuan ini tidak untuk sembarang ilmu, tapi terbatas pada ilmu agama, dan ilmu yang menerangkan cara bertingkah laku atau bermuamalah dengan sesama manusia. Sehingga ada yang berkata, "Ilmu yang paling utama ialah ilmu Hal. Dan perbuatan yang paling mulia adalah menjaga perilaku." Yang dimaksud ilmu hal ialah ilmu agama islam, shalat misalnya.
ويفترض على المسلم طلب ما يقع له فى حاله، فى أى حال كان، فإنه لابد له من الصلاة فيفترض عليه علم ما يقع له فى صلاته بقدر ما يؤدى به فرض الصلاة،
Oleh karena setiap orang islam wajib mengerjakan shalat, maka mereka wajib mengetahui rukun-rukun dan sarat-sarat sahnya shalat, supaya dapat melaksanakan shalat dengan sempurna.
ويجب عليه بقدر ما يؤدى به الواجب، لأن ما يتوسل به إلى إقامة الفرض يكون فرضا، وما يتوسل به إلى إقامة الواجب يكون واجبا وكذا فى الصوم، والزكاة، إن كان له مال، والحج إن وجب عليه. وكذا فى البيوع إن كان يتجر.
    Setiap orang islam wajib mempelajari/mengetahui rukun maupun shalat amalan ibadah yang akan dikerjakannya untuk memenuhi kewajiban tersebut. Karena sesuatu yang menjadi perantara untuk melakukan kewajiban, maka mempelajari wasilah/perantara tersebut hukumnya wajib. Ilmu agama adalah sebagian wasilah untuk mengerjakan kewajiban agama. Maka, mempelajari ilmu agama hukumnya wajib. Misalnya ilmu tentang puasa, zakat bila berharta, haji jika sudah mampu, dan ilmu tentang jual beli jika berdagang.
قيل لمحمد بن الحسن، رحمة الله عليه: لما لاتصنف كتابا فى الزهد؟ قال: قد صنفت كتابا فى البيوع، يعنى: الزاهد من يحترز عن الشبهات والمكروهات فى التجارات.
    Muhammad bin Al-Hasan pernah ditanya mengapa beliau tidak menyusun kitab tentang zuhud, beliau menjawab, "aku telah mengarang sebuah kitab tentang jual beli." Maksud beliau adalah yang dikatakan zuhud ialah menjaga diri dari hal-hal yang subhat (tidak jelas halal haramnya) dalam berdagang.
وكذلك فى سائر المعاملات والحرف، وكل من اشتغل بشيئ منها يفترض عليه علم التحرز عن الحرام فيه. وكذلك يفترض عليه علم أحوال القلب من التوكل والإنابة والخشية والرضى، فإنه واقع فى جميع الأحوال.
    Setiap orang yang berkecimpung di dunia perdagangan, wajib mengetahui cara berdagang dalam islam supaya dapat menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan. Setiap orang juga harus mengetahui ilmu-ilmu yang berkaitan dengan batin atau hati, misalnya tawakal, tobat, takut kepada Allah, dan ridha. Sebab, semua itu terjadi pada segala keadaan. 
2.2. Kemuliaan Ilmu
وشرف العلم لايخفى على أحد إذ هو المختص بالإنسانية لأن جميع الخصال سوى العلم، يشترك فيها الإنسان وسائر الحيوانات: كالشجاعة والجراءة والقوة والجود والشفقة وغيرها سوى العلم.
Tidak seorang pun yang meragukan akan pentingnya ilmu pengetahuan, karena ilmu itu khusus dimiliki umat manusia. Adapun selain ilmu, itu bisa dimiliki manusia dan bisa dimiliki binatang. Dengan ilmu pengetahuan.
وبه أظهر الله تعالى فضل آدم عليه السلام على الملائكة، وأمرهم بالسجود له.
Allah Ta'ala mengangkat derajat Nabi Adam as. Diatas para malaikat. Oleh karena itu, malaikat di perintah oleh Allah agar sujud kepada Nabi Adam as.
وإنما شرف العلم بكونه وسيلة الى البر والتقوى، الذى يستحق بها المرء الكرامة عند الله، والسعادة والأبدية، كما قيل لمحمد بن الحسن رحمة الله عليهما شعرا:
تعـلـم فــإن الـعلـم زيـن لأهــلــه            وفــضـل وعــنـوان لـكـل مـــحامـد
وكــن مـستـفـيدا كـل يـوم زيـادة            من العـلم واسـبح فى بحـور الفوائـد
تـفـقـه فإن الـفــقـه أفــضـل قائـد            الى الــبر والتـقـوى وأعـدل قـاصـد
هو العلم الهادى الى سنن الهدى             هو الحصن ينجى من جميع الشدائد
فـإن فـقيــهـا واحــدا مــتـورعــا            أشـد عـلى الشـيطـان من ألـف عابد
    Ilmu itu sangat penting karena itu sebagai perantara (sarana) untuk bertaqwa. Dengan taqwa inilah manusia menerima kedudukan terhormat disisi Allah, dan keuntungan yang abadi. Sebagaimana dikatakan Muhammad bin Al-Hasan bin Abdullah dalam syairnya : "Belajarlah! Sebab ilmu adalah penghias bagi pemiliknya. dia perlebihan, dan pertanda segala pujian, Jadikan hari-harimu untuk menambah ilmu. Dan berenanglah di lautan ilmu yang berguna."
Belajarlah ilmu agama, karena ia adalah ilmu yang paling unggul. Ilmu yang dapat membimbing menuju kebaikan dan taqwa, ilmu paling lurus untuk di pelajarai. Dialah ilmu yang menunjukkan kepada jalan yang lurus, yakni jalan petunjuk. Tuhan yang dapat menyelamatkan manusia dari segala keresahan. Oleh karena itu orang yang ahli ilmu agama dan bersifat wara' lebih berat bagi setan daripada menggoda seribu ahli ibadah tapi bodoh.

 
2.3. Belajar Ilmu Akhlaq
(والعلم وسيلة إلى معرفة: الكبر، والتواضع، والألفة، والعفة، والأسراف، والتقتير، وغيرها)، وكذلك فى سائر الأخلاق نحو الجود، والبخل، والجبن، والجراءة. فإن الكبر، والبخل، والجبن، والإسراف حرام، ولايمكن التحرز عنها إلا بعلمها، وعلم ما يضادها، فيفترض على كل إنسان علمها.
Setiap orang islam juga wajib mengetahui/mempelajari akhlak yang terpuji dan yang tercela, seperti watak murah hati, kikir, penakut, pemberani, merendah diri, congkak, menjaga diri dari keburukan, israf (berlebihan), bakhil terlalu hemat dan sebagainya. Sifat sombong, kikir, penakut, israf hukumnya haram. Dan tidak mungkin bisa terhindar dari sifat-sifat itu tanpa mengetahui kriteria sifat-sifat tersebut serta mengetahui cara menghilangkannya. Oleh karena itu orang islam wajib mengetahuinya.
وقد صنف السيد الإمام الأجل الأستاذ الشهيد ناصر الدين أبو القاسم كتابا فى الأخلاق ونعم ما صنف، فيجب على كل مسلم حفظها.
    Asy-Syahid Nasyiruddin telah menyusun kitab yang membahas tentang akhlak. Kitab tersebut sangat bermutu, dan perlu dibaca. Karena setiap orang wajib memelihara akhlaknya.
2.4. Ilmu Yang Fardu Kifayah dan Yang Haram dipelajari.
وأما حفظ ما يقع فى الأحايين ففرض على سبيل الكفاية، إذا قام البعض فى بلدة سقط عن الباقين، فإن لم يكن فى البلدة من يقوم به اشتركوا جميعا فى المأثم، فيجب على الإمام أن يأمرهم بذلك، ويجبر أهل البلدة على ذلك.
Adapun mempelajari amalan agama yang dikerjakan pada saat tertentu seperti shalat zenajah dan lain-lain, itu hukumnya fardhu kifayah. Jika di suatu tempat/daerah sudah ada orang yang mempelajari ilmu tersebut, maka yang lain bebas dari kewajiban. Tapi bila di suatu daerah tak ada seorangpun yang mempelajarinya maka seluruh daerah itu berdosa. Oleh karena itu pemerintah wajib memerintahkan kepada rakyatnya supaya belajar ilmu yang hukumnya fardhu kifayah tersebut. Pemerintah berhak memaksa mereka untuk mereka untuk melaksanakannya.
قيل: إن العلم ما يقع على نفسه فى جميع الأحوال بمنزلة الطعام لابد لكل واحد من ذلك.
وعلم ما يقع فى الأحايين بمنزلة الدواء يحتاج إليه (فى بعض الأوقات).
    Dikatakan bahwa mengetahui/mempelajari amalan ibadah yang hukumnya fardhu ain itu ibarat makanan yang di butuhkan setiap orang. Sedangkan mempelajari amalan yang hukumnya fardhu kifayah, itu ibarat obat, yang mana tidak dibutuhkan oleh setiap orang, dan penggunaannya pun pada waktu-waktu tertentu.
وعلم النجوم بمنزلة المرض، فتعلمه حرام، لأنه يضر ولاينفع، والهرب عن قضاء الله تعالى وقدره غير ممكن.
    Sedangkan mempelajari ilmu nujum itu hukumnya haram, karena ia diibaratkan penyakit yang sangat membahayakan. Dan mempelajari ilmu nujum itu hanyalah sia-sia belaka, karena ia tidak bisa menyelamatkan seseorang dari taqdir Tuhan.
فينبغى لكل مسلم أن يشتغل فى جميع أوقاته بذكر الله تعالى والدعاء، والتضرع، وقراءة القرآن، والصدقات [الدافعة للبلاء] [والصلاة] ، ويسأل الله تعالى العفو والعافية فى الدين والآخرة ليصون الله عنه تعالى البلاء والآفات، فإن من رزق الدعاء لم يحرم الإجابة. فإن كان البلاء مقدرا يصيبه لامحالة، ولكن يبر الله عليه ويرزقه الصبر ببركة الدعاء.
    Oleh karena itu, setiap orang islam wajib mengisi seluruh waktunya dengan berzikir kepada Allah, berdo'a, memohon seraya merendahkan diri kepadaNya, membaca Al-Qur'an,dan bersedekah supaya terhindar dari mara bahaya.
اللهم إذا تعلم من النجوم قدرما يعرف به القبلة، وأوقات الصلاة فيجوز ذلك
    Boleh mempelajari ilmu nujum (ilmu falaq) untuk mengetahui arah kiblat, dan waktu-waktu shalat.
وأما تعلم علم الطب فيجوز، لأنه سبب من الأسباب فيجوز تعلمه كسائر الأسباب.    وقد تداوى النبى عليه السلام،
    Boleh pula mempelajari ilmu kedokteran, karena ia merupakan usaha penyembuhan yang tidak ada hubungannya dengan sihir, jimat, tenung dan lain-lainnya.Karena Nabi juga pernah berobat.
وقد حكى عن الشافعى رحمة الله عليه أنه قال: العلم علمان: علم الفقه للأديان، وعلم الطب للأبدان، وما وراء ذلك بلغة مجلس.
    Imam Syafi'I rahimahullah berkata, "ilmu itu ada dua, yaitu ilmu piqih untuk mengetahui hukum agama, dan ilmu kedokteran untuk memelihara badan."
2.5. Definisi Ilmu
وأما تفسير العلم: فهو صفة يتجلى بها المذكور لمن قامت هى به كما هو. والفقه: معرفة دقائق العلم مع نوع علاج. قال أبو حنيفة رحمة الله عليه: الفقه معرفة النفس ما لها وما عليها. وقال: ما العلم إلا للعمل به، والعمل به ترك العاجل الآجل.
Ilmu ditafsiri dengan : Sifat yang dimiliki seseorang, maka menjadi jelaslah apa yang terlintas di dalam pengertiannya. Fiqih adalah: Pengetahuan tentang kelembutan-kelebutan ilmu. Ujar Abu Hanifah : Fiqih adalah pengetahuan tentang hal-hal yang berguna, yang berbahaya bagi diri seseorang. Ujarnya lagi : Ilmu itu hanya untuk diamalkannya, sedang mengamalkan di sini berarti meninggalkan orientasi demi akhirat.
Kata ilmu dalam bahasa Arab "ilm" yang berarti memahami, mengerti, atau mengetahui. Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
Adapun menurut imam al Jurjani fiqih secara etimologi berarti paham akan maksud pembicaraan, sedang menurut terminolgi adalah suatu ilmu yang berisi hukum-hukum syari’at yang dipetik dari dalil-dalil terperinci.
Adapun pengertian fiqh secara terminologi, pada mulanya diartikan sebagai pengetahuan keagamaan yang mencakup seluruh ajaran agama, baik berupa akidah (ushuliah) maupun amaliah (furu’ah). Ini berarti fiqih sama dengan pengertian syariah Islamiyah, yaitu pengetahuan tentang hukum syariah Islamiyah yang berkaitan dengan perbuatan manusia yang telah dewasa dan berakal sehat (mukallaf) dan diambil dari dalil yang terperinci. 
Ada yang mendefinisikan fiqih sebagai himpunan dalil yang mendasari ketentuan hukum islam. Ada pula yang menekankan bahwa fiqih adalah hukum syariah yang diambil dari dalilnya. Imam Haramain menyatakan bahwa fiqih merupakan pengetahuan hukum syara’ dengan jalan ijtihad. Demikian pula pendapat Al-Amidi bahwa yang dimaksud dengan pengetahuan hukum dalam fiqih adalah melalui jalan kajian (ijtihad) dari penalaran. Jadi, pengetahuan hukum yang tidak melalui kajian, seperti shalat lima waktu wajib, zina haram, dan masalah qath’i lainnya tidak termasuk fiqih.
Dan terdapat pula dalam hadist, seperti sabda Rasulullah SAW:
Artinya: “Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi seseorang, Dia akan memberikan pemahaman agama (yang mendalam) kepadanya.”

فينبغى للإنسان أن لايغفل عن نفسه، ما ينفعها وما يضرها، فى أولها وآخرها، ويستجلب ما ينفعها ويجتنب عما يضرها، كى لايكون عقله وعمله حجة فيزداد عقوبة، نعوذ بالله من سخطه وعقوبه.
Maka seyogyanya manusia jangan sampai lengah diri dari hal-hal yang bermanfaat dan berbahaya di dunia dan akhirat. Dengan demikian dia akan mengambil mana yang bermanfaat dan menjauhi mana yang berbahaya, agar supaya baik akal dan ilmunya tidak menjadi beban pemberat atas dirinya dan menambah siksanya. Kita berlindung kepada allah dari murka dan siksanya.
وقد ورد فى مناقب العلم وفضائله، آيات وأخبار صحيحة مشهورة لم نشتغل بذكرها كى لايطول الكتاب.
    Dalam masalah kebaikan keistimewaan dan keutaman ilmu itu, banyaklah ayat-ayat al-quran dan hadis-hadis shahih dan masyhur yang mengemukakannya. Namun kali ini tidak kami kedepankan, agarlah uraian kitab ini tidak terlalu berkepanjangan.













BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Kita sebagai manusia yang paling sempurna penciptaannya dibandingkan mahluk lain dituntut untuk menjalani semua kegiatan baik ibadah maupun muamalah di dunia ini dengan menggunakan ilmu. Sebagaimana kita ketahui barang siapa yang menginginkan dunia, harus dengan ilmu, barang siapa yang menginginkan akhirat harus dengan ilmu, dan barang siapa yang menginginkan dunia dan akhirat itu juga harus dengan ilmu.
Kewajiban untuk menuntut ilmu sudah jelas, seperti yang disebutkan diatas “menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim laki-laki dan muslim perempuan”. Dengan ilmu dan akhlaqul karimah kita akan ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT. Ilmu yang paling utama ialah ilmu Hal. Dan perbuatan yang paling mulia adalah menjaga perilaku. Ilmu ditafsiri dengan : Sifat yang dimiliki seseorang, maka menjadi jelaslah apa yang terlintas di dalam pengertiannya. Sedangkan Fiqih adalah: Pengetahuan tentang kelembutan-kelebutan ilmu.


DAFTAR PUSTAKA

1.      Syafe’i Rachmat. 2010. Ilmu Ushul Fiqih. Bandung: CV Pustaka Setia.
2.      As’ad, Aliy. 2007. Terjemah Ta’limul Muta’alim. Kudus: Menara Kudus.
3.      Syafe’i Rachmat. 2001. Fiqih Muamalah. Bandung: CV Pustaka Setia.


Different Themes
Written by Templateify

Aenean quis feugiat elit. Quisque ultricies sollicitudin ante ut venenatis. Nulla dapibus placerat faucibus. Aenean quis leo non neque ultrices scelerisque. Nullam nec vulputate velit. Etiam fermentum turpis at magna tristique interdum.

Posting Lebih Baru
This is the last post.

0 komentar