فصل
فى ماهية العلم،
والفقه، وفضله
PENGERTIAN ILMU DAN FIQIH SERTA KEUTAMAANNYA
Makalah ini dibuat
untuk memenuhi tugas kelompok mata pelajaran Ta’limul Muta’alim
Dosen Pembimbing:
Ahmad Muhlison, S.Pd.I
Disusun Oleh:
1. MUHAMMAD
FAIX FAUZI
2. SUHADI
Kelas: Al-Imrithi

PONDOK
PESANTREN DAARUL ‘ULYA (PPDU)
KOTA
METRO
T.A
2013/2014
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Yang
telah melimpahkan nikmat dan hidayah -Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas
makalah TA’LIMUL MUTA’ALIM dengan materi “PENGERTIAN ILMU, FIQIH DAN
KEUTAMAANNYA” tanpa ada halangan apapun.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ahmad Muhlison, S.Pd.I selaku dusen mata kuliah
TA’LIMUL MUTA’ALIM kami, yang telah membimbing kami sehingga dapat
menyelesaikan makalah ini.
Dalam makalah ini
kami sangat menyadari
bahwa masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan maka dari itu, kami mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca untuk perbaikan dan penyempurnaan agar
makalah selanjutnya menjadi lebih baik. Untuk
itu kami mengucapkan banyak terima kasih dan semoga makalah ini bermanfaat bagi kami
dan para pembaca.
Metro, -09-2013
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL .............................................................................................. i
KATA
PENGANTAR............................................................................................ ii
DAFTAR
ISI.......................................................................................................... iii
BAB
I PENDAHULUAN..................................................................................... iv
1.1.
Latar Belakang Madalah.................................................................. ...... iv
1.2.
Rumusan Masalah................................................................................... iv
1.3.
Tujuan............................................................................................... ....... v
BAB
II PEMBAHASAN........................................................................................ 1
2.1.
Kewajiban Belajar.................................................................................... 1
2.2.
Kemuliaan Ilmu........................................................................................ 2
2.3.
Belajar Ilmu Akhlaq................................................................................. 4
2.4.
Ilmu Fardlu dan Ilmu Haram................................................................... 4
2.5.
Definisi Ilmu............................................................................................ 6
BAB
III PENUTUP................................................................................................ 9
3.1.
Kesimpulan.............................................................................................. 9
DAFTAR
PUSTAKA.......................................................................................... 10
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Ilmu merupakan
pondasi luhur manusia dalam memperoleh tingkatan yang lebih mulia dalam
kehidupan dunia maupun akhirat. Tanpa ilmu, seseorang manusia bagaikan orang
buta yang kehilangan tongkatnya. Mempelajari ilmu fiqih menjadi sarana manusia
dalam mencari sebuah titik terang dalam menjalani kehidupan di dunia baik dalam
wujud ibadah maupun muamalah. Dengan ekspektasi keridhoan Allah yang akan
menyertainya pada kebahagiaan yang hakiki.
Ilmu fiqih
membidangi dua hal yang senatiasa memiliki peran dalam kehidupan, hal ini
merupakan sebuah pedoman bagi seorang muslim dalam menjalani kehidupan. Bila
ada istilah yang mengatakan bahwa buku adalah jendela maka ilmu juga bisa
diatikan sebagai penerang dunia. Karena ibarat hidup tanpa ilmu maka kita akan
hidup dalam sebuah kegelapan yang tanpa berujung. Oleh karena itu penting
bagi kita untuk selalu mencari dan memperdalam ilmu supaya kita bisa mengikuti
perkembangan jaman tanpa dihantui rasa ketakutan karena kedangkalan ilmu yang
kita miliki. Dengan demikian, dalam makalah ini akan dibahas tentang apa itu
ilmu, fiqih dan keutamaannya.
B. Rumusan Masalah
1.
Mengapa kita diwajibkan belajar?
2.
Apa saja kemuliaan ilmu?
3.
Apa manfaat belajar ilmu akhlak?
4.
Apa saja ilmu fardlu kifayah dan
ilmu yang haram dipelajari?
5.
Apa definisi ilmu?
C. Tujuan
1.
Menjelaskan tentang kewajiban
belajar
2.
Menjelaskan tentang kemuliaan ilmu
3.
Menjelaskan tentang belajar ilmu
akhlaq
4.
Menjelaskan tentang ilmu fardlu
kifayah dan ilmu haram
5.
Menjelaskan tentang definisi ilmu
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Kewajiban Belajar
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: طلب العلم فريضة على كل مسلم ومسلمة
Rasulullah saw
bersabda : "Menuntut ilmu wajib bagi muslim laki-laki dan muslim
perempuan".
اعلم, بأنه لايفترض على
كل مسلم، طلب كل علم وإنما يفترض عليه طلب علم الحال كما قال: وأفضل العلم علم
الحال، وأفضل العمل حفظ الحال
Perlu
diketahui bahwa, kewajiban menuntut ilmu bagi muslim laki-laki dan perempuan
ini tidak untuk sembarang ilmu, tapi terbatas pada ilmu agama, dan ilmu yang
menerangkan cara bertingkah laku atau bermuamalah dengan sesama manusia.
Sehingga ada yang berkata, "Ilmu yang paling utama ialah ilmu Hal. Dan
perbuatan yang paling mulia adalah menjaga perilaku." Yang dimaksud
ilmu hal ialah ilmu agama islam, shalat misalnya.
ويفترض على المسلم طلب ما يقع له فى
حاله، فى أى حال كان، فإنه لابد له من الصلاة فيفترض عليه علم ما يقع له فى صلاته
بقدر ما يؤدى به فرض الصلاة،
Oleh karena
setiap orang islam wajib mengerjakan shalat, maka mereka wajib mengetahui
rukun-rukun dan sarat-sarat sahnya shalat, supaya dapat melaksanakan shalat
dengan sempurna.
ويجب عليه بقدر ما يؤدى به الواجب، لأن
ما يتوسل به إلى إقامة الفرض يكون فرضا، وما يتوسل به إلى إقامة الواجب يكون واجبا
وكذا فى الصوم، والزكاة، إن كان له مال، والحج إن وجب عليه. وكذا فى البيوع إن
كان يتجر.
Setiap
orang islam wajib mempelajari/mengetahui rukun maupun shalat amalan ibadah yang
akan dikerjakannya untuk memenuhi kewajiban tersebut. Karena sesuatu yang
menjadi perantara untuk melakukan kewajiban, maka mempelajari wasilah/perantara
tersebut hukumnya wajib. Ilmu agama adalah sebagian wasilah untuk mengerjakan
kewajiban agama. Maka, mempelajari ilmu agama hukumnya wajib. Misalnya ilmu
tentang puasa, zakat bila berharta, haji jika sudah mampu, dan ilmu tentang
jual beli jika berdagang.
قيل لمحمد بن الحسن، رحمة الله عليه: لما لاتصنف كتابا فى الزهد؟ قال: قد صنفت كتابا فى
البيوع، يعنى: الزاهد من يحترز عن الشبهات والمكروهات
فى التجارات.
Muhammad
bin Al-Hasan pernah ditanya mengapa beliau tidak menyusun kitab tentang zuhud,
beliau menjawab, "aku telah mengarang sebuah kitab tentang jual
beli." Maksud beliau adalah yang dikatakan zuhud ialah menjaga diri dari
hal-hal yang subhat (tidak jelas halal haramnya) dalam berdagang.
وكذلك فى سائر المعاملات والحرف، وكل
من اشتغل بشيئ منها يفترض عليه علم التحرز عن الحرام فيه. وكذلك يفترض عليه
علم أحوال القلب من التوكل والإنابة والخشية والرضى، فإنه واقع فى جميع الأحوال.
Setiap
orang yang berkecimpung di dunia perdagangan, wajib mengetahui cara berdagang
dalam islam supaya dapat menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan. Setiap
orang juga harus mengetahui ilmu-ilmu yang berkaitan dengan batin atau hati,
misalnya tawakal, tobat, takut kepada Allah, dan ridha. Sebab, semua itu
terjadi pada segala keadaan.
2.2.
Kemuliaan Ilmu
وشرف العلم لايخفى على أحد إذ هو
المختص بالإنسانية لأن جميع الخصال سوى العلم، يشترك فيها الإنسان وسائر الحيوانات: كالشجاعة والجراءة والقوة والجود والشفقة وغيرها سوى العلم.
Tidak seorang
pun yang meragukan akan pentingnya ilmu pengetahuan, karena ilmu itu khusus
dimiliki umat manusia. Adapun selain ilmu, itu bisa dimiliki manusia dan bisa
dimiliki binatang. Dengan ilmu pengetahuan.
وبه أظهر الله تعالى فضل آدم عليه
السلام على الملائكة، وأمرهم بالسجود له.
Allah Ta'ala
mengangkat derajat Nabi Adam as. Diatas para malaikat. Oleh karena itu,
malaikat di perintah oleh Allah agar sujud kepada Nabi Adam as.
وإنما شرف العلم بكونه وسيلة الى البر
والتقوى، الذى يستحق بها المرء الكرامة عند الله، والسعادة والأبدية، كما قيل
لمحمد بن الحسن رحمة الله عليهما شعرا:
تعـلـم فــإن الـعلـم زيـن لأهــلــه وفــضـل وعــنـوان
لـكـل مـــحامـد
وكــن مـستـفـيدا كـل يـوم زيـادة من العـلم واسـبح
فى بحـور الفوائـد
تـفـقـه فإن الـفــقـه أفــضـل قائـد الى الــبر
والتـقـوى وأعـدل قـاصـد
هو العلم الهادى الى سنن الهدى هو الحصن ينجى من
جميع الشدائد
فـإن فـقيــهـا واحــدا مــتـورعــا أشـد عـلى
الشـيطـان من ألـف عابد
Ilmu
itu sangat penting karena itu sebagai perantara (sarana) untuk bertaqwa. Dengan
taqwa inilah manusia menerima kedudukan terhormat disisi Allah, dan keuntungan
yang abadi. Sebagaimana dikatakan Muhammad bin Al-Hasan bin Abdullah dalam
syairnya : "Belajarlah! Sebab ilmu adalah penghias bagi pemiliknya.
dia perlebihan, dan pertanda segala pujian, Jadikan hari-harimu untuk menambah
ilmu. Dan berenanglah di lautan ilmu yang berguna."
Belajarlah ilmu
agama, karena ia adalah ilmu yang paling unggul. Ilmu yang dapat membimbing
menuju kebaikan dan taqwa, ilmu paling lurus untuk di pelajarai. Dialah ilmu
yang menunjukkan kepada jalan yang lurus, yakni jalan petunjuk. Tuhan yang
dapat menyelamatkan manusia dari segala keresahan. Oleh karena itu orang yang
ahli ilmu agama dan bersifat wara' lebih berat bagi setan daripada menggoda
seribu ahli ibadah tapi bodoh.
2.3.
Belajar Ilmu Akhlaq
(والعلم وسيلة إلى معرفة: الكبر، والتواضع، والألفة، والعفة، والأسراف، والتقتير، وغيرها)، وكذلك فى سائر
الأخلاق نحو الجود، والبخل، والجبن، والجراءة. فإن الكبر، والبخل،
والجبن، والإسراف حرام، ولايمكن التحرز عنها إلا بعلمها، وعلم ما يضادها، فيفترض
على كل إنسان علمها.
Setiap orang
islam juga wajib mengetahui/mempelajari akhlak yang terpuji dan yang tercela,
seperti watak murah hati, kikir, penakut, pemberani, merendah diri, congkak,
menjaga diri dari keburukan, israf (berlebihan), bakhil terlalu hemat dan
sebagainya. Sifat sombong, kikir, penakut, israf hukumnya haram. Dan tidak
mungkin bisa terhindar dari sifat-sifat itu tanpa mengetahui kriteria
sifat-sifat tersebut serta mengetahui cara menghilangkannya. Oleh karena itu
orang islam wajib mengetahuinya.
وقد صنف السيد الإمام الأجل الأستاذ
الشهيد ناصر الدين أبو القاسم كتابا فى الأخلاق ونعم ما صنف، فيجب على كل مسلم
حفظها.
Asy-Syahid
Nasyiruddin telah menyusun kitab yang membahas tentang akhlak. Kitab tersebut
sangat bermutu, dan perlu dibaca. Karena setiap orang wajib memelihara
akhlaknya.
2.4.
Ilmu Yang Fardu Kifayah dan Yang Haram dipelajari.
وأما حفظ ما يقع فى الأحايين ففرض على
سبيل الكفاية، إذا قام البعض فى بلدة سقط عن الباقين، فإن لم يكن فى البلدة من
يقوم به اشتركوا جميعا فى المأثم، فيجب على الإمام أن يأمرهم بذلك، ويجبر أهل
البلدة على ذلك.
Adapun mempelajari amalan agama yang dikerjakan pada saat tertentu
seperti shalat zenajah dan lain-lain, itu hukumnya fardhu kifayah. Jika di
suatu tempat/daerah sudah ada orang yang mempelajari ilmu tersebut, maka yang
lain bebas dari kewajiban. Tapi bila di suatu daerah tak ada seorangpun yang
mempelajarinya maka seluruh daerah itu berdosa. Oleh karena itu pemerintah
wajib memerintahkan kepada rakyatnya supaya belajar ilmu yang hukumnya fardhu
kifayah tersebut. Pemerintah berhak memaksa mereka untuk mereka untuk
melaksanakannya.
قيل: إن العلم ما يقع
على نفسه فى جميع الأحوال بمنزلة الطعام لابد لكل واحد من ذلك.
وعلم ما يقع فى الأحايين بمنزلة الدواء
يحتاج إليه (فى بعض الأوقات).
Dikatakan
bahwa mengetahui/mempelajari amalan ibadah yang hukumnya fardhu ain itu ibarat
makanan yang di butuhkan setiap orang. Sedangkan mempelajari amalan yang
hukumnya fardhu kifayah, itu ibarat obat, yang mana tidak dibutuhkan oleh
setiap orang, dan penggunaannya pun pada waktu-waktu tertentu.
وعلم النجوم بمنزلة المرض، فتعلمه
حرام، لأنه يضر ولاينفع، والهرب عن قضاء الله تعالى وقدره غير ممكن.
Sedangkan
mempelajari ilmu nujum itu hukumnya haram, karena ia diibaratkan penyakit yang
sangat membahayakan. Dan mempelajari ilmu nujum itu hanyalah sia-sia belaka,
karena ia tidak bisa menyelamatkan seseorang dari taqdir Tuhan.
فينبغى لكل مسلم أن يشتغل فى جميع
أوقاته بذكر الله تعالى والدعاء، والتضرع، وقراءة القرآن، والصدقات [الدافعة للبلاء] [والصلاة] ، ويسأل الله
تعالى العفو والعافية فى الدين والآخرة ليصون الله عنه تعالى البلاء والآفات، فإن
من رزق الدعاء لم يحرم الإجابة. فإن كان البلاء
مقدرا يصيبه لامحالة، ولكن يبر الله عليه ويرزقه الصبر ببركة الدعاء.
Oleh
karena itu, setiap orang islam wajib mengisi seluruh waktunya dengan berzikir
kepada Allah, berdo'a, memohon seraya merendahkan diri kepadaNya, membaca
Al-Qur'an,dan bersedekah supaya terhindar dari mara bahaya.
اللهم إذا تعلم من النجوم قدرما يعرف
به القبلة، وأوقات الصلاة فيجوز ذلك
Boleh
mempelajari ilmu nujum (ilmu falaq) untuk mengetahui arah kiblat, dan
waktu-waktu shalat.
وأما تعلم علم الطب فيجوز، لأنه سبب من
الأسباب فيجوز تعلمه كسائر الأسباب. وقد تداوى النبى
عليه السلام،
Boleh
pula mempelajari ilmu kedokteran, karena ia merupakan usaha penyembuhan yang
tidak ada hubungannya dengan sihir, jimat, tenung dan lain-lainnya.Karena Nabi
juga pernah berobat.
وقد حكى عن الشافعى رحمة الله عليه أنه
قال: العلم علمان: علم الفقه للأديان،
وعلم الطب للأبدان، وما وراء ذلك بلغة مجلس.
Imam
Syafi'I rahimahullah berkata, "ilmu itu ada dua, yaitu ilmu piqih
untuk mengetahui hukum agama, dan ilmu kedokteran untuk memelihara badan."
2.5.
Definisi Ilmu
وأما تفسير العلم: فهو صفة يتجلى بها
المذكور لمن قامت هى به كما هو. والفقه: معرفة دقائق العلم مع نوع علاج. قال أبو حنيفة رحمة
الله عليه: الفقه معرفة النفس ما لها وما عليها. وقال: ما العلم إلا للعمل
به، والعمل به ترك العاجل الآجل.
Ilmu ditafsiri
dengan : Sifat yang dimiliki seseorang, maka menjadi jelaslah apa yang
terlintas di dalam pengertiannya. Fiqih adalah: Pengetahuan tentang
kelembutan-kelebutan ilmu. Ujar Abu Hanifah : Fiqih adalah pengetahuan tentang
hal-hal yang berguna, yang berbahaya bagi diri seseorang. Ujarnya lagi : Ilmu
itu hanya untuk diamalkannya, sedang mengamalkan di sini berarti meninggalkan
orientasi demi akhirat.
Kata ilmu
dalam bahasa Arab "ilm" yang berarti memahami,
mengerti, atau mengetahui. Ilmu adalah seluruh usaha
sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi
ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan
kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu
diperoleh dari keterbatasannya.
Adapun menurut imam al Jurjani fiqih secara
etimologi berarti paham
akan maksud pembicaraan, sedang menurut terminolgi adalah suatu ilmu yang
berisi hukum-hukum syari’at yang dipetik dari dalil-dalil terperinci.
Adapun pengertian fiqh secara
terminologi, pada mulanya diartikan sebagai pengetahuan keagamaan yang mencakup
seluruh ajaran agama, baik berupa akidah (ushuliah) maupun amaliah (furu’ah).
Ini berarti fiqih sama dengan pengertian syariah Islamiyah, yaitu pengetahuan
tentang hukum syariah Islamiyah yang berkaitan dengan perbuatan manusia yang
telah dewasa dan berakal sehat (mukallaf) dan diambil dari dalil yang
terperinci.
Ada yang mendefinisikan fiqih
sebagai himpunan dalil yang mendasari ketentuan hukum islam. Ada pula yang
menekankan bahwa fiqih adalah hukum syariah yang diambil dari dalilnya. Imam
Haramain menyatakan bahwa fiqih merupakan pengetahuan hukum syara’ dengan jalan
ijtihad. Demikian pula pendapat Al-Amidi bahwa yang dimaksud dengan pengetahuan
hukum dalam fiqih adalah melalui jalan kajian (ijtihad) dari penalaran. Jadi,
pengetahuan hukum yang tidak melalui kajian, seperti shalat lima waktu wajib,
zina haram, dan masalah qath’i lainnya tidak termasuk fiqih.
Dan terdapat pula dalam hadist, seperti sabda Rasulullah
SAW:
Artinya: “Apabila
Allah menginginkan kebaikan bagi seseorang, Dia akan memberikan pemahaman agama
(yang mendalam) kepadanya.”
فينبغى للإنسان أن لايغفل عن نفسه، ما
ينفعها وما يضرها، فى أولها وآخرها، ويستجلب ما ينفعها ويجتنب عما يضرها، كى
لايكون عقله وعمله حجة فيزداد عقوبة، نعوذ بالله من سخطه وعقوبه.
Maka seyogyanya
manusia jangan sampai lengah diri dari hal-hal yang bermanfaat dan berbahaya di
dunia dan akhirat. Dengan demikian dia akan mengambil mana yang bermanfaat dan
menjauhi mana yang berbahaya, agar supaya baik akal dan ilmunya tidak menjadi
beban pemberat atas dirinya dan menambah siksanya. Kita berlindung kepada allah
dari murka dan siksanya.
وقد ورد فى مناقب العلم وفضائله، آيات
وأخبار صحيحة مشهورة لم نشتغل بذكرها كى لايطول الكتاب.
Dalam
masalah kebaikan keistimewaan dan keutaman ilmu itu, banyaklah ayat-ayat
al-quran dan hadis-hadis shahih dan masyhur yang mengemukakannya. Namun kali
ini tidak kami kedepankan, agarlah uraian kitab ini tidak terlalu berkepanjangan.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Kita sebagai manusia yang
paling sempurna penciptaannya dibandingkan mahluk lain dituntut untuk menjalani
semua kegiatan baik ibadah maupun muamalah di dunia ini dengan menggunakan
ilmu. Sebagaimana kita ketahui barang siapa yang menginginkan dunia, harus
dengan ilmu, barang siapa yang menginginkan akhirat harus dengan ilmu, dan
barang siapa yang menginginkan dunia dan akhirat itu juga harus dengan ilmu.
Kewajiban untuk menuntut ilmu sudah jelas, seperti
yang disebutkan diatas “menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim laki-laki
dan muslim perempuan”. Dengan ilmu dan akhlaqul karimah kita akan
ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT. Ilmu yang paling utama ialah ilmu Hal.
Dan perbuatan yang paling mulia adalah menjaga perilaku. Ilmu ditafsiri dengan : Sifat yang
dimiliki seseorang, maka menjadi jelaslah apa yang terlintas di dalam
pengertiannya. Sedangkan Fiqih adalah: Pengetahuan tentang kelembutan-kelebutan ilmu.
DAFTAR PUSTAKA
1.
Syafe’i Rachmat. 2010.
Ilmu Ushul Fiqih. Bandung: CV Pustaka
Setia.
2.
As’ad, Aliy. 2007. Terjemah Ta’limul Muta’alim. Kudus:
Menara Kudus.
3.
Syafe’i Rachmat. 2001. Fiqih
Muamalah. Bandung: CV Pustaka Setia.
5.
http://ikhsantriputra.blogspot.com/2012/07/pengertian-dan-definisi-ilmu-menurut.html#ixzz2g1hKuC7h
.png)
By
21.31
0 komentar